Tips Setelah Membeli Smartphone

Tips Setelah Membeli Smartphone

Perkembangan smartphone saat ini memang sangat pesat. Merk dan model terbaru sangat cepat diluncurkan sehingga membuat pecinta HP penasaran sampai memutuskan untuk memilikinya.

Hal ini sah-sah saja, mengingat kebutuhan smartphone saat ini sangat bermacam-macam. Bukan sekadar alat komunikasi saja, melainkan sudah menyatu dengan gaya hidup manusia.

Tak sedikit orang yang rela membeli HP baru demi mengikuti perkembangan yang ada. Tapi tampaknya itu memang harus dilakukan, karena jika kita tidak pernah ganti HP, maka fitur yang ada di HP kita akan ketinggalan.

Bagi yang baru saja ganti HP, mungkin artikel ini sangat layak untuk Anda baca. Karena kemungkinan besar, hampir semua pengguna HP pasti membutuhkannya.

Tips Setelah Membeli HP Baru

Di bawah ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan setelah membeli smartphone baru:

Kalibrasi Baterai

Melakukan kalibrasi baterai setelah membeli HP baru adalah saran yang diberikan hampir semua pedagang. Itu memang sangat tepat dan harus Anda lakukan pertama kali.

Namun, ada sebagian pedagang yang menyarankan untuk langsung charge baterai selama 8 jam. Sebenarnya itu kurang tepat, kenapa harus ada patokan 8 jam? Apakah itu rekomendasi dari produsen langsung?

Kalau terlalu lama men-charge HP, takutnya terjadi masalah battery over temperature. Masalah itu terjadi karena suhu HP ataupun baterai terlalu tinggi (overheat).

Untuk melakukan kalibrasi pada smartphone baru sebenarnya sangat mudah. Anda hanya perlu menghabiskan sisa baterai setelah HP dinyalakan, pokoknya sampai smartphone benar-benar mati.

Setelah smartphone mati, silahkan charge baterai sampai penuh. Saat pengisian baterai, alangkah baiknya smartphone dalam keadaan mati sampai baterai benar-benar penuh.

Setelah daya baterai penuh, nyalakan HP dan silahkan gunakan seperti biasanya. Lakukan ini setidaknya 2 minggu pertama agar performa baterai bisa maksimal dan lebih awet.

Cek Keaslian

Dengan munculnya HP baru dari produsen ternama, biasanya akan membuat seseorang berpikir untuk memproduksi barang replikanya. Kita semua pasti sudah tahu, saat ini banyak tersebar HP palsu dengan harga murah.

Tapi, jika niat Anda dari awal memang membeli HP replika, mungkin cara ini tidak perlu dilakukan. Semua sudah jelas kalau HP tersebut memang tidak asli atau bisa dikatakan tiruan.

Bagi Anda yang membeli HP asli, mengecek keaslian sepertinya menjadi hal yang wajib. Takutnya, barang yang Anda beli adalah barang replika yang didesain mirip bahkan sama dengan aslinya.

Untuk mengecek keaslian HP, caranya berbeda-beda untuk setiap merk. Jadi, silahkan browsing saja untuk lebih lengkapnya.

Cek Kelengkapan

Jika dipikir secara logika, kelengkapan HP baru pasti fullset. Tapi tidak ada salahnya kalau kita melakukan pengecekan ulang untuk sekadar memastikan kalau aksesoris HP sudah lengkap.

Biasanya, aksesoris yang diberikan pada smartphone baru adalah charger, buku manual, dan kartu garansi. Tapi, pada smartphone mid-end dan high end, biasanya sudah terdapat headset di dalamnya.

Nah, ketika Anda cek ternyata terdapat aksesoris yang tidak ada, misal charger, maka Anda bisa komplain ke tempat Anda membeli smartphone tersebut. Jangan sampai ada aksesoris yang kurang, tapi Anda sendiri tidak menyadari.

Cek Fisik

Dengan melihat secara visual, sebenarnya seluruh bagian fisik HP sudah bisa dinilai apakah mulus atau terdapat kecacatan. “Kan HP baru, ya pasti mulus lah!”

Hmm, iya sih memang HP baru. Tapi, apa semua HP yang dikeluarkan selalu mulus 100%? Jawabannya, tidak! Meskipun sudah melewati Quality Control, ada kecil kemungkinan permasalahan yang lolos.

Nah, ketika Anda menemukan masalah pada fisik HP seperti goresan, layar pecah, bercak pada layar, ataupun cacat fisik lainnya, cepat lakukan klaim garansi agar segera ditindaklanjuti.

Cek IMEI

IMEI adalah nomor identitas pada setiap smartphone. Semua jenis HP pasti memiliki IMEI, tidak memandang apakah Android, Symbian, ataupun Java, semua punya identitas ini.

Untuk mengetahui IMEI HP, Anda hanya perlu melakukan dial *#06# dan informasi IMEI akan muncul. Silahkan perhatikan antara IMEI HP dengan yang terdapat pada box, pastikan nomornya sama persis.

Hal ini dilakukan untuk memastikan kalau HP yang Anda beli benar-benar baru dan belum pernah dibongkai maupun diotak-atik sistemnya.

Update Firmware

Biasanya, HP baru sudah dipasangkan firmware versi terakhir. Tapi, jika HP tersebut keluaran beberapa bulan lalu, kemungkina besar sudah ada update firmware lagi.

Jika memang ada notifikasi untuk update firmware, maka sebaiknya langsung konfirmasi dan segera lakukan update. Ini sangat penting guna meningkatkan performa HP Anda.

Produsen melakukan update bukan tanpa alasan, mereka memiliki tujuan meningkatkan keamanan dan memperbaiki bug yang masih muncul. Selain itu, update dilakukan untuk penambahan fitur pada firmware.

Cek Fungsional

Melakukan pengecekan fungsional ini ada 2 jenis, pertama pengecekan pada software dan yang kedua adalah pengecekan pada hardware.

Pengecekan software bisa Anda lakukan pada telepon / speaker panggilan maupun speaker musik, kamera, bluetooth, wifi, GPS, dan aplikasi-aplikasi penting.

Sedangkan pengecekan hardware bisa Anda lakukan dengan menguji apakah semua tombol pada smartphone berfungsi dengan normal.

Tapi, tanpa dilakukan pengecekan, biasanya akan ketahuan sendiri ketika ada masalah. Karena lambat laun, kita pasti menggunakan semua fungsi yang ada pada smartphone.

Pasang Pelindung Layar

Sebenarnya ini opsional saja ya, Anda boleh melakukannya atau tidak. Tapi, sebagian besar pedagang pasti menyarankan Anda untuk menggunakannya. Entah agar layar aman atau agar produk mereka laku. 😀

Dari dulu, saya jarang menggunakan pelindung layar. Bahkan sampai sekarang, smartphone saya juga tidak dipasang anti gores jenis apapun.

Saya sudah cukup percaya dengan gorilla glass yang menjadi fitur bawaan HP. Saya sudah tidak memikirkan kalau misal nanti layar pecah. * kalau digunakan secara hati-hati ya tidak akan pecah. 😀

Tapi, bagi Anda yang memang pengen memasang anti gores untuk pelindung ganda, maka ini akan lebih bagus. Alih-alih menjaga touchscreen agar lebih awet dan tidak error bergerak sendiri.

Mungkin hanya ini saja tips yang bisa saya berikan untuk Anda yang baru membeli HP. Tips ini adalah sebagian dari opini saya yang saya perkuat dengan pernyataan yang ada di situs besar.
Semoga bermanfaat.

Seorang pembelajar dari Magelang, Jawa Tengah yang suka dengan komputer dan menulis blog.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *