Jenis Virus Komputer

Jenis Virus Komputer Berbahaya

Jika ditelusuri lebih jauh, jenis virus komputer sangatlah banyak. Bahkan, ada virus yang belum diketahui nama serta cara mengatasinya. Setiap virus juga memiliki dampak yang berbeda ketika menginfeksi perangkat laptop ataupun komputer. Yang pasti, virus akan merugikan atau bahkan bisa merusak sistem komputer.

Munculnya virus bisa dikatakan wajar, terlebih pada sistem operasi Windows. Windows merupakan salah satu OS yang paling mudah terkena virus. Namun, masuknya virus ke sistem komputer lebih cenderung disebabkan oleh kesalahan user, bukan sistem keamanan Windowsnya.

Macam Virus Komputer

Pada dasarnya, efek yang terasa ketika terkena virus adalah komputer hang, lemot, atau sering restart sendiri. Parahnya, dokumen penting yang tersimpan di hardisk bisa terancam hilang karena terhapus oleh virus. Oleh karena itu, tidak salah hukumnya jika kita kenali macam-macam virus yang bisa menyerang komputer.

Trojan Virus

Virus Trojan atau yang sering disebut dengan Trojan Horse, adalah program yang bekerja pada komputer, khususnya pada aplikasi yang tidak jelas asal-usulnya. Virus ini dibuat untuk encuri data serta mengendalikan data pada komputer.

Sebenarnya, Trojan tidak bisa dikatakan sebagai virus, yaitu virus. Namun, karena Trojan lebih cenderung mengganggu user, maka dikategorikan menjadi bagian dari virus. Letak penyebaran virus Trojan adalah akses yang terhubung ke internet, contohnya email dan data pribadi.

Virus Trojan sering disusupkan pada aplikasi pembersih virus atau bisa disebut antivirus. Bukannya membersihkan virus, aplikasi tersebut malah akan menginfeksi dan menyerang sistem komputer Anda. Jadi, berhati-hatilah ketika hendak menginstall aplikasi yang belum terjamin keasliannya.

Untuk mengatasi ataupun mengantisipasi Trojan Virus, Anda bisa menginstall software Trojan Remover pada sistem operasi yang digunakan.

Worm Virus

Worm merupakan program aplikasi yang memiliki ukuran kecil. Walaupun berukuran kecil, program ini bisa mengembangbiakkan dirinya sendiri. Selain itu, Worm juga mampu membuat file tidak berguna yang akan memenuhi ruang penyimpanan.

Worm dapat berjalan pada sistem operasi komputer maupun jaringan komputer. Efek yang ditimbulkan dari program ini adalah melambatnya kinerja sistem operasi dan menurunnya kecepatan akses internet karena worm memenuhi akses pada jaringan.

Sebenarnya, Worm tidak terlalu bahaya dibandingkan virus lainnya. Namun, jika dibiarkan terlalu lama, maka akan menurunkan performa komputer. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan antivirus biasa seperti Avast contohnya.

FAT Virus

Virus FAT atau File Allocation Table adalah virus yang mampu menyembunyikan file pada komputer. Jika sistem operasi sudah terkena virus ini, biasanya file-file pada direktori tertentu akan disembunyikan oleh FAT Virus.

FAT Virus memang sering membuat kita bingung. Memang aneh sebenarnya jika file yang ada di hardisk komputer tiba-tiba hilang. Anggapan kalau hardisk rusak memang bisa muncul, terlebih ketika virus tersebut sudah menyerang sistem secara menyeluruh.

Jadi, ketika terdapat file komputer yang hilang, jangan beranggapan kalau hardisk rusak. Karena ada kemungkinan komputer terserang virus FAT. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan antivirus pada umumnya, yang penting memiliki fitur virus remover.

Macro Virus

Virus Macro merupakan jenis virus yang memanfaatkan fasilitas pemrograman modular pada aplikasi Microsoft Word, Microsoft Excel, dan lain sebagainya untuk menginfeksi file-file yang memiliki ekstensi seperti .pps, .xls, dan file sejenisnya.

Biasanya, virus ini sering datang melalui email yang masuk. Harapan pengirim virus adalah Anda membuka file yang dikirimkan sehingga virus bisa masuk ke sistem komputer. Untuk itu, berhati-hatilah jika ada email yang asing.

Rajin-rajinlah melakukan scan pada komputer Anda agar file dokumen penting yang ada tidak terinfeksi virus macro.

Memory Resident Virus

Memory Resident Virus adalah jenis virus komputer yang mampu menginfeksi memori atau RAM pada komputer. Seperti namanya, virus ini akan masuk dan menyerang RAM sehingga kinerja komputer cenderung menurun.

Kebanyakan kasus laptop menjadi lemot memang disebabkan karena virus. Dan ada kemungkinan juga virus inilah yang masuk ke sistem operasi pada komputer, khususnya pada RAM. Untuk mengatasi virus ini, Anda bisa menggunakan antivirus Avira, Avast, ataupun yang lainnya.

Overwrite Virus

Overwrite Virus merupakan virus yang mampu menghapus file tanpa mengurangi kapasitas hardisk. Jadi, pengguna tidak akan merasa curiga kalau terdapat file yang hilang. Jika dibiarkan teralu lama, virus ini akan semakin menyebar dan menjangkit file-file lainnya.

Untuk mengatasi virus ini, Anda bisa menghapus file yang diduga terinfeksi agar tidak menyebar ke file lainnya. Selain itu, Anda juga bisa melakukan full scan pada hardisk komputer, baik itu Data C maupun Data D.

Multipartite Virus

Virus ini hampir sama dengan Memory Resident Virus. Kedua virus ini mampu menginfeksi memori. Bedanya, jika Memory Resdident menginfeksi RAM, sedangkat Multipartite Virus akan menginfeksi hardisk serta sistem operasi.

Multipartite bisa dicegah dengan melakukan defrag secara rutin menggunakan disk defragment. Hal ini akan memperbaiki bad sector pada hardisk jadi kemungkinan terkena virus ini lebih kecil.

Directory Virus

Directory Virus merupakan jenis virus yang mampu menginfeksi file yang memiliki ekstensi .exe lalu memindahkan file tersebut. Jika kita menjalankan aplikasi.exe yang telah terinfeksi, maka virus akan terdeteksi dan menginfeksi sistem lainnya, terutama file .exe.

Mungkin Anda pernah, ketika hendak menginstall aplikasi.exe malah dialihkan ke halaman lain yang tidak jelas. Kemungkinan file yang akan diinstall tersebut sudah terkena virus directory. Silahkan install antivirus untuk mengantisipasi hal ini.

Direct Action Virus

Jenis virus komputer yang satu ini mampu menginfeksi file Bat pada direktori hardisk. Bukan hanya itu, Direct Action Virus juga bisa menyerang perangkat tambahan seperti hardisk eksternal ataupun flashdisk.

Penyebaran virus ini akan sangat cepat jika terdapat flashdisk yang sudah terinfeksi dan sering digunakan secara bersamaan atau berganti-gantian. Untuk mengatasinya sama saja yaitu dengan melakukan scan secara rutin.

Cara Mengantisipasi Serangan Virus Komputer

Sebenarnya banyak sekali hal yang bisa dilakukan untuk mencegah virus agar tidak menyerang sistem komputer. Namun, yang terpenting menurut saya adalah jangan sembarangan. Jangan sembarangan dalam artian tidak mengunduh file sembarangan, tidak menginstall software sembarangan, dan lakukan scanning pada hardisk.

Lebih baik lakukan pencegahan terlebih dahulu daripada pusing sendiri ketika sudah terkena virus. Karena jika virus telah menginfeksi, biasanya akan sulit untuk menghilangkannya. Jikapun bisa, pasti harus mengorbankan sesuatu yang penting, seperti menghapus data misalnya.

Silahkan install antivirus yang menurut Anda cocok. Kalau perlu, silahkan beli antivirus yang premium atau berbayar. Namun kalau mau hemat, Anda bisa menggunakan antivirus bawaan seperti contoh Windows Defender.

Dengan Windows Defender, sebenarnya keamanan sudah lumayan terjaga. Karena setiap ada file baru, pasti akan terdeteksi sebagai file yang membahayakan. Jadi, alternatifnya adalah gunakan Windows Defender saja karena fungsinya sudah lebih dari cukup.

Itulah artikel mengenai macam virus komputer. Mungkin hanya ini saja artikel yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga artikel singkat ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.

Seorang pembelajar dari Magelang, Jawa Tengah yang suka dengan komputer dan menulis blog.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *