Jaringan Peer to Peer

Jaringan Peer to Peer

Bagi teman-teman TKJ Indonesia, pasti sudah tidak asing lagi kan dengan kata peer to peer? Yup, peer to peer merupakan materi jaringan yang dibahas pada jurusan ini.

Sama-sama kita ketahui, ada berbagai macam bentuk jaringan komputer. Hal ini dimaksudkan agar komputer pada semua wilayah dapat terhubung serta berbagi data dan informasi.

Berdasarkan fungsinya, jaringan komputer dibagi menjadi dua jenis yaitu jaringan client server dan jaringan peer to peer. Apa sih perbedaannya?

Pada jaringan client server, ada satu komputer yang bertugas sebagai server yang mengatur sistem jaringan, sedangkan komputer lain memiliki peran sebagai client.

Berbeda dengan jaringan client server, semua komputer pada jaringan peer to peer berperan sebagai server untuk komputer lainnya. Jadi, semua komputer memiliki peran sebagai server dan client.

Pada kesempatan kali ini, saya akan menuliskan artikel tentang jaringan peer to peer. Artikel ini saya rangkum dari situs Wikipedia dengan tujuan pembelajaran.

Sejarah Jaringan Peer to Peer

Jaringan peer to peer pertama diluncurkan oleh aplikasi file sharing seperti Napster dan KaZaA yang memungkinkan penggunanya mencari, berbagi, serta mengunduh berkas.

Konsep jaringan peer to peer sebenarnya sudah muncul pada akhir 1980-an saat jaringan komputer telah masuk list perangkat wajib dalam perusahaan, baik perusahaan kecil maupun besar.

Namun, arsitektur ini berkembang terlalu kecil untuk memiliki server yang terdedikasi. Sehingga, setiap komputer client juga menyediakan layanan untuk berbagi data guna melakukan kolaborasi antara pengguna.

Jaringan ini sering disebut dengan workgroup karena memiliki arti kolaborasi tanpa adanya pusat kontrol. Pertukaran data pada komputer yang terhubung bisa dilakukan secara langsung tanpa pengendali dan pembagian hak akses.

Karakteristik jaringan peer to peer adalah tidak adanya sebuah server yang mengatur client-client, karena pada dasarnya memang setiap komputer bertindak sebagai server untuk komputer lainnya.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa karakteristik jaringan peer to peer:

  1. Tidak memiliki komputer yang berfungsi sebagai server dedikasi.
  2. Semua komputer bertindak sebagai server dan client.
  3. Tidak ada kontrol pada pengaturan keamanan jaringan.
  4. Semua komputer memiliki kedudukan sama, jadi semuanya bisa terhubung dalam satu jaringan.

Pengertian Jaringan Peer to Peer

Pengertian Jaringan Peer to Peer

Jaringan peer to peer atau P2P adalah salah satu model jaringan komputer yang terdiri dari dua atau lebih komputer. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, setiap komputer dalam jaringan ini bertindak sebagai server untuk komputer lain.

Semua komputer pada jaringan peer to peer memiliki kedudukan yang sama. Sebab, jaringan peer to peer dibentuk tanpa ada kontrol terpusat dari server yang terdedikasi. Jadi, antara server dan client sama saja.

Setiap komputer dalam jaringan peer to peer dapat saling berbagi data secara langsung. Bahkan, untuk membuat jaringan peer to peer dengan dua komputer, kita cukup menggunakan satu kabel UTP yang dipasangkan pada kartu jaringan masing-masing komputer.

Biasanya, jaringan peer to peer diterapkan pada jaringan skala kecil, antara 2 sampai 10 komputer. Dengan sistem jaringan peer to peer, yang diutamakan adalah sharing resource dan service, seperti penggunaan program, betukar data, serta penggunaan printer secara bersama-sama.

Sebagai contoh, komputer A akan mengambil data dari komputer B, maka saat itu komputer A bertindak sebagai server sehingga bisa mengakses data dari komputer B. Dari sini bisa kita simpulkan, peran komputer B saat itu adalah sebagai client.

Contoh lagi, anggaplah ada komputer A, B, dan C. Ketika komputer C ingin mengambil data dari komputer A atau B, maka saat itu komputer C bertindak sebagai server, sedangkan komputer A dan B sebagai client.

Kelebihan Jaringan Peer to Peer

  1. Setiap komputer dalam jaringan bisa saling berbagi fasilitas yang dimiliki semua komputer.
  2. Tidak memerlukan server dengan spesifikasi tinggi sehingga biaya lebih murah.
  3. Tidak memerlukan sistem operasi ataupun aplikasi khusus untuk server.
  4. Keberlangsungan kinerja tidak bergantung pada server, karena semua komputer juga berperan sebagai server.
  5. Jika salah satu komputer bermasalah, tidak akan mengganggu jaringan komputer lain.

Kekurangan jaringan Peer to Peer

  1. Identifikasi permasalahan lebih sulit karena semua komputer terlibat dalam sistem komunikasi jaringan.
  2. Kinerja lebih rendah daripada jaringan client server karena setiap komputer bisa bertindak sebagai client dan server.
  3. Sistem keamanan yang kurang karena keamanan jaringan ditentukan oleh user masing-masing komputer.
  4. Backup harus dilakukan pada masing-masing komputer karena keamanan jaringan ada pada setiap user.

Itulah penjelasan tentang pengertian, kelebihan, serta kekurangan jaringan peer to peer. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kita terkait jaringan peer to peer.

Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penjelasan ataupun penulisan. Jika berkenan, silahkan berikan kritik dan saran melalui kolom komentar di bawah.

Seorang pembelajar dari Magelang, Jawa Tengah yang suka dengan komputer dan menulis blog.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *