Dampak Buruk Tethering Android

Dampak Buruk Tethering Android

Tethering merupakan salah satu fitur HP Android yang sangat berguna. Dengan fitur ini, kita dapat dengan mudah mengkoneksikan perangkat lain seperti laptop ataupun tablet, cukup aktifkan fitur tethering dan HP Android sudah memiliki fungsi layaknya WiFi.

Tethering menjadi salah satu fitur unggulan yang dimiliki Android. Pasalnya, dengan adanya tethering, kita menjadi lebih mudah dalam berbagi jaringan ke perangkat lain. Bisa juga ketika teman sedang tidak ada paket internet, kita bisa membagikan jaringan yang ada di Android ke teman kita.

Tethering juga bisa menggantikan peran modem sebagai alat untuk terhubung ke internet. Ini sangat cocok untuk yang belum punya modem, jadi tidak perlu ribet lagi pasang modem ke laptop. Selain itu, hampir semua HP Android saat ini sudah memiliki fitur tethering.

Jadi, semua pengguna bisa leluasa memanfaatkan fitur tethering untuk berbagi jaringan kepada siapapun. Pokoknya, dengan adanya fitur tethering ini sangat memudahkan banyak hal yang berhubungan dengan koneksi internet.

Namun, meski memberikan banyak kemudahan dalam berbagi jaringan internet, fitur tethering ini juga bisa berdampak negatif loh buat HP Android kita. Salah satu contohnya adalah temperatur Android jadi cepat panas. Jadi, kita sebagai pengguna juga harus bijak dalam menggunakan Android sebagai alat tethering.

Dampak Negatif Penggunaan Tethering pada Android

Nah, lalu apa saja sih dampak negatif dari penggunaan tethering di HP Android ini? Mari kita kupas tuntas bersama-sama. Berikut ini adalah beberapa dampak negatif yang bisa terjadi pada Android ketika berlebihan dalam penggunaan tethering:

1. Baterai Cepat Habis

Baterai merupakan salah satu komponen penting untuk Android, karena tanpa baterai, Android tidak akan bisa hidup. Daya tahan baterai juga selalu diperhatikan oleh para pengguna, hampir semua pengguna Android menginginkan baterai yang digunakan bisa awet.

Hal ini mungkin sulit dialami oleh pengguna Android yang sering mengaktifkan fitur tethering. Kenapa? karena, semakin sering kita mengaktifkan fitur tethering, daya baterai Android yang kita gunakan juga akan semakin lemah.

Hal ini wajar saja, karena fitur tethering memang memakan daya baterai yang cukup banyak, sama halnya bluetooth ketika digunakan untuk mengirim file. Terlebih jika menggunakan tethering sambil men-charge baterai, maka sel-sel pada baterai akan semakin melemah dan panas, lama-kelamaan daya baterai akan berkurang atau bahkan mengakibatkan drop.

2. HP Menjadi Cepat Panas

Salah satu penyebab Android menjadi cepat panas adalah penggunaan yang berlebihan, seperti contoh penggunaan tethering. Mengaktifkan tethering dalam jangka waktu pendek saja bisa menyebabkan Android cepat panas, bahkan mengalami battery over temperature.

Penggunaan tethering ini sama halnya dengan internetan menggunakan Android. Jadi, walaupun kita tidak menggunakan Android sama sekali, tetap saja sistem Android akan berjalan karena fitur tethering aktif dan bukan tidak mungkin akan menyebabkan Android cepat panas.

Berdasarkan pengalaman saya, mengaktifkan tethering selama 1 jam dengan bermain game selama 1 jam, malah lebih cepat panas ketika mengaktifkan tethering selama 1 jam.

Ketika bermain game, saya sama sekali tidak merasakan adanya panas berlebihan pada Android, hanya panas wajar saja. Jadi, saya menyimpulkan disini bahwa ternyata penggunaan tethering pada Android dapat mengakibatkan panas yang lebih daripada saat bermain game.

3. Koneksi Jaringan Teranggu

Kestabilan koneksi internet menjadi hal penting guna mendapatkan akses internet yang baik. Semua orang pasti ingin mendapatkan semua ini, terlebih bagi para downloader yang selalu ingin mendapatkan kecepatan internet yang tinggi.

Mengaktifkan fitur tethering sama halnya dengan membagi koneksi internet Android ke perangkat lain. Karena koneksinya dibagi-bagi, maka tentu koneksi jaringan akan terganggu.

Biasanya, kecepatan internet melalui Android akan berkurang ketika tethering aktif. Hal ini wajar saja, karena semakin banyak pengguna tethering maka akan semakin terganggu pula jaringan di Android.

4. HP Cepat Rusak

Memang benar mengaktifkan tethering bisa menyebabkan HP cepat rusak? Ya itu memang benar, terlebih ketika kita terlalu berlebihan dalam mengaktifkan fitur tethering sampai berjam-jam.

Dalam hal ini, processor dan komponen Android lainnya akan bekerja lebih extra lagi. Kalau sampai dipaksakan, maka bukan tidak mungkin performa komponen Android akan semakin menurun bahkan bisa menyebabkan kerusakan.

Kemungkinan Kerusakan Komponen Akibat Tethering Android

Penggunaan tethering yang berlebihan memang tidak baik, bahkan bisa mengakibatkan kerusakan komponen pada Android. Adapun macam-macam komponen yang dapat rusak karena tetherring adalah sebagai berikut:

1. IC WiFi Rusak

Kemungkinan kerusakan pertama adalah IC WiFi. Ini akan terjadi ketika kita terlalu sering mengaktifkan fitur tethering pada Android. IC WiFi akan dipaksa bekerja setiap kali mengaktifkan fitur tethering.

2. IC Power Rusak

Rusaknya IC power akan mengakibatkan Android mati total. Hal ini juga disebabkan oleh penggunaan yang berlebihan, biasanya penggunaan yang sampai berjam-jam tanpa henti sambil di charge. IC Power rusak karena konsumsi daya kabel USB terlalu besar atau terlalu kecil ketika men-charge.

3. EMMC Rusak

Dalam kondisi ini, HP Android masih hidup namun tidak dapat masuk ke sistem. Hanya stuck di logo tanpa ada proses lebih untuk melanjutkan booting.

Tips Ketika Menggunakan Tethering Android

Nah, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kerusakan di atas, silahkan simak sedikit tips menggunakan tethering Android di bawah ini:

1. Gunakan Sewajarnya

Sejatinya, tethering bukan merupakan fitur yang benar-benar memiliki fungsi layaknya WiFi yang dapat digunakan kapan saja. Tethering hanyanlah fitur alternatif pada Android untuk memudahkan proses berbagi internet ketika memang tidak ada sumber internet lainnya. Jadi tethering sangat tidak cocok digunakan sebagai pengganti WiFi untuk digunakan berlama-lamaan.

Boleh saja menggunakan tethering asalakan tidak berlebihan. Paling tidak, jangan sampai lebih dari 1 jam. Kalaupun perlu untuk waktu yang lama, lebih baik aktifkan ketika diperlukan saja. Jadi Android tetap memiliki waktu untuk mengistirahakan komponen agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

2. Jangan Sambil di Charge

Pokoknya, men-charge Android sambil digunakan itu sangat tidak disarankan karena dapat menyebabkan baterai menjadi cepat habis dan drop, atau bahkan meledaknya HP Android. Terlebih untuk tethering, daya konsumsi tethering tidaklah sedikit.

Jadi ketika Android digunakan untuk tethering dan sambil di charge, maka sel-sel pada baterai akan melemah dan mengakibatkan rusaknya baterai. Beberapa kerusakan yang muncul ketika Android digunakan sambil di charge adalah baterai menjadi lemah atau drop ,dan komponen Android cepat rusak khususnya IC Power.

3. Pasang WiFi atau Beli Modem

Ini khusus bagi pengguna laptop yang masih memanfaatkan tethering sebagai penghubung ke jaringan internet. Dengan membeli model atau memasang WiFi, maka penggunaan tethering di Android akan berkurang dan meminimalisir terjadinya kerusakan komponen Android.

Nah, itulah artikel mengenai dampak negatif penggunaan tethering pada Android. Jadi pada intinya, gunakan tethering hanya ketika benar-benar membutuhkan, jangan keseringan agar Android yang kita gunakan bisa awet. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *