Bahaya Menutup Laptop Saat Hidup

Bahaya Menutup Laptop Saat Hidup

Laptop memiliki desain yang bisa dibuka dan ditutup, sehingga memudahkan pengguna ketika membawanya. Walaupun begitu, bukan berarti dianjurkan untuk menutup laptop dalam keadaan hidup. Faktanya, masih banyak orang yang sering menutup laptop dalam keadaan hidup tanpa mengetahui dampak buruknya.

Memang sih keuntungannya banyak, bisa lebih cepat dalam menggunakannya kembali walaupun dibawa bepergian, karena tinggal buka, enter, langsung hidup.

Banyak alasan seseorang menutup laptop dalam keadaan hidup, entah itu karena ada tugas biar tetap tersimpan, biar tidak repot, karena malas shutdown, dan alasan-alasan lainnya.

Pokoknya, menutup laptop dalam keadaan hidup memang memberikan kenyamanan tersendiri dibandingkan menutup laptop dalam keadaan mati. Namun, apakah Anda akan tetap melakukan hal ini terus-menerus setelah membaca artikel ini? Baca sampai selesai.

Pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan artikel mengenai bahaya menutup laptop dalam keadaan hidup. Bahaya yang saya maksud adalah jika dilakukan terlalu sering atau terus menerus.

Bahaya Terlalu Sering Menutup Laptop Saat Hidup

Ketika laptop ditutup, secara default sistem akan berubah ke mode sleep. Mode sleep adalah kondisi dimana layar dan hardisk akan berhenti bekerja, namun RAM akan tetap berjalan untuk menyimpan semua proses yang sebelumnya Anda kerjakan.

Mode ini teradapat pada hampir semua laptop, jadi bisa disimpulkan menggunakan mode sleep boleh-boleh saja asalkan tidak berlebihan. Jika berlebihan atau dilakukan secara terus menerus, mungkin akan ditemukan beberapa dampak negatif berikut ini.

Suhu Menjadi Lebih Panas

Ketika laptop ditutup dalam keadaan hidup, secara otomatis suhu akan menjadi lebih panas karena masih ada proses yang disimpan namun sirkulasi udara tidak lancar. Hal ini akan berpengaruh pada keawetan komponen laptop, bukan tidak mungkin akan menjadi lebih cepat rusak.

Memory RAM Rusak

Dalam kondisi normal (dimatikan dengan shutdown), RAM pada laptop akan mengosongkan cache dan menghapus semua proses yang disimpan. Namun, ketika laptop ditutup dalam keadaan menyala, cache tersebut tidak akan dihapus akan tetapi tetap disimpan. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab RAM laptop cepat rusak.

Hardisk Rusak

Ketika laptop dishutdown, proses hardisk akan berhenti dengan sistem yang telah ditentukan. Lain halnya jika laptop ditutup dalam keadaan hidup, tidak menutup kemungkinan akan menghentikan proses hardisk secara tiba-tiba sehingga menyebabkan cakram pada hardisk mengalami kerusakan karena terkejut.

LCD Rusak

Setelah menggunakan laptop, bagian laptop akan menghasilkan panas yang berbeda-beda, tergantung lama penggunaan. Ketika ditutup dalam keadaan hidup, suhu laptop tersebut bisa saja semakin bertambah. Dalam kondisi ini, LCD akan semakin dekat dengan bagian yang panas dan bukan tidak mungkin panas tersebut akan menalar ke LCD dan menyebabkan kerusakan.

Baterai Drop

Ketika laptop ditutup dalam keadan hidup, baterai tetap akan bekerja karena mode sleep tetap membutuhkan suplai daya untuk melakukan proses tersebut. Baterai akan lebih hemat dibandingkan ketika laptop hidup normal. Namun, jika ini dilakukan secara terus menerus, tidak menutup kemungkinan baterai akan mengalami drop.

Nah, itulah beberapa bahaya atau dampak negatif menutup laptop dalam keadaan hidup. Sebenarnya masih banyak sekali dampao buruk lainnya. Jadi gimana, masih mau terus menerus menutup laptop ketika hidup?

Mungkin hanya ini saja artikel yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah pengetahuan kita mengenai bahaya menutup laptop dalam keadaan hidup.

Seorang pembelajar dari Magelang, Jawa Tengah yang suka dengan komputer dan menulis blog.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *